Dekan FEBI IAI Tebo Isi Materi PBAK 2025 Pemkab Tebo Luncurkan Semangka Tebo dan Lentera Desa, Perusahaan Salurkan CSR untuk Pekerja Rentan Dukung Program Semangka, Perumda Tirta Muaro Komitmen Sejahterakan Pekerja Mahasiswa Kukerta dan Ibu PKK Desa Mengupeh Tanam 60 Jenis Tanaman Herbal di Depan Kantor Desa IAI Tebo Siap Gelar PBAK 2025/2026, Usung Tema Cerdas dan Madani Berlandaskan Iman

Home / Merangin / Sorot

Rabu, 4 Juni 2025 - 23:19 WIB

Baru Diresmikan, PKL Pasar Rakyat Bangko Mengeluh Sepi Pembeli dan Merugi

Pasar Rakyat Kota Bangko. ( INJ )

Pasar Rakyat Kota Bangko. ( INJ )

MERANGIN – Belum lama diresmikan oleh Bupati Merangin, Pasar Rakyat Kota Bangko justru menuai keluhan dari para Pedagang Kaki Lima (PKL). Mereka mengaku merugi akibat sepinya pembeli dan tingginya biaya operasional di lokasi baru tersebut.

 

Keluhan itu disampaikan sejumlah PKL saat ditemui wartawan, Rabu (4/6/2025). Fatmawati, salah satu pedagang, mengatakan bahwa ia berjualan demi membantu ekonomi keluarga setelah usaha suaminya tidak lagi berjalan. Namun, relokasi ke pasar baru justru membuatnya kesulitan mencari nafkah.

 

Ia mengaku harus membayar Rp 6 juta untuk satu tenda, ditambah berbagai pungutan rutin seperti kebersihan Rp 2.000, retribusi pasar Rp 2.000, serta biaya listrik Rp 150 ribu per bulan—tiga kali lipat dari tempat sebelumnya. Bahkan, ia juga diminta membayar pungutan mingguan Rp 10 ribu meski hanya diberi karcis Rp 3 ribu.

BACA JUGA :  Siswi SMPN Tanjab Timur, ikuti Olimpiade PAI Tingkat Nasional di Bandung

 

“Baru jualan tiga hari, sudah diminta bayar 150 ribu. Padahal cuma pakai satu bola lampu,” keluhnya. Dalam sehari, Fatmawati mengaku hanya meraih pendapatan Rp 200–300 ribu, jauh dari modal Rp 500 ribu.

 

Keluhan serupa disampaikan Eka Sartika, pedagang lain di Pasar Rakyat. Ia mengeluhkan kondisi pasar yang sepi dan terhalang parkir mobil bongkar muat yang menutupi lapak. Sebelumnya ia bisa meraup omzet hingga Rp 800 ribu, kini hanya sekitar Rp 200 ribu.

BACA JUGA :  Iman Tewas Usai Dituduh Curi Sawit, Warga dan Keluarga Beri Keterangan Berbeda

 

“Modal Rp 300 ribu, kadang cuma dapat Rp 200 ribu. Rugi terus. Kalau begini terus, bisa-bisa tiga bulan lagi bangkrut,” ujar ibu empat anak itu dengan wajah lesu.

 

Para pedagang berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan dan memberi solusi nyata. Mereka juga meminta izin untuk kembali berjualan di lokasi lama yang dinilai lebih strategis dan ramai pengunjung.***

Share :

Baca Juga

Merangin

Pada Milad ke-24 Ponpes Hafist Quran Wal Hadits Al Munawwaroh

Berita

Dinihari RAPBD 2024 Disepakati, Pj Bupati Merangin H Mukti Sampaikan Apresiasi ke Dewan

Merangin

Apresiasi Pemuda Pancasila, IWO Sayangkan KPU Merangin Tak Hadir Kampanye Damai

Merangin

Ribuan Jemaat Hadiri Natal Oikumene di Merangin

Berita

CURAH HUJAN YANG TINGGI, JALAN TERPUTUS DAN RATUSAN RUMAH WARGA TERENDAM BANJIR

Daerah

Pemerintah Desa Kungkai Salurkan BLT DD Kepada 40 Masyarakat Kurang mampu

Merangin

Rindukan Pembangunan Jaman H Nalim, Warga Tanah Abang Perjuangkan Nalim-Nilwan

Berita

Nekat Gelapkan Sepeda Motor Milik Istri Sendiri, Seorang Suami Digelandang Kekantor Polisi