Dekan FEBI IAI Tebo Isi Materi PBAK 2025 Pemkab Tebo Luncurkan Semangka Tebo dan Lentera Desa, Perusahaan Salurkan CSR untuk Pekerja Rentan Dukung Program Semangka, Perumda Tirta Muaro Komitmen Sejahterakan Pekerja Mahasiswa Kukerta dan Ibu PKK Desa Mengupeh Tanam 60 Jenis Tanaman Herbal di Depan Kantor Desa IAI Tebo Siap Gelar PBAK 2025/2026, Usung Tema Cerdas dan Madani Berlandaskan Iman

Home / Sastra

Senin, 1 Januari 2024 - 14:01 WIB

PUISI 2 Putus Kaji Oleh alhendra dy

Mantra lama kurapal tak mampu lagi menggetarkan arasy

Alunan syair ke siar tak jua sanggup menuntun pulang,

Kembali ke lorong sempit

Jalan yang pernah kita telusuri,

di lalui ada dan tiada airmata.

Memasuki rumah hati

Kampung diri.

Doa mentah,

BACA JUGA :  Potongan terakhir Puisi ' BOHONG ' (ALHENDRA DY)

kembali ke bismillah

Tak jua ada tuah

Hampa.

Tuhan maha bijak,

Bukankah kuasa memutar takdir merobah kisah ?

Benar !

Namun mulut berkata karena hati,

Tak kan di pandang kemunafikan jadi

pasrah, tawakallah.

Sebab,

Di setiap kejadian ada proses,

Ada perantara,

BACA JUGA :  Satgas Relawan Kawal Pilkada Bersih 2024 Gelar Konferensi Pers

Ada asbab,

Pertanggungan,

Jawablah.

Tidak semudah membalikan talapak tangan, memutar balikan naskah.

Semua sudah ada,

Tak bisa berlari, meski kecemasan sekencang cahaya,

Tak mungkin sembunyi dari kehendak, walau di sesulitnya persembunyian.

Sanggup telan

Tak sanggup,

Mati.

BANGKO JAMBI, 1623

Share :

Baca Juga

Berita

Aku Terima

Berita

PERJALANAN “JERAT ZIKIR”

Sastra

SECAWAN SENYUM BAHAGIA

Berita

Maqom Bukit Keramat

Sastra

Dalam Gelap

Sastra

Dalam Gelap

Sastra

Nothing

Berita

Memaki Diri Oleh Alhendra Dy