Dekan FEBI IAI Tebo Isi Materi PBAK 2025 Pemkab Tebo Luncurkan Semangka Tebo dan Lentera Desa, Perusahaan Salurkan CSR untuk Pekerja Rentan Dukung Program Semangka, Perumda Tirta Muaro Komitmen Sejahterakan Pekerja Mahasiswa Kukerta dan Ibu PKK Desa Mengupeh Tanam 60 Jenis Tanaman Herbal di Depan Kantor Desa IAI Tebo Siap Gelar PBAK 2025/2026, Usung Tema Cerdas dan Madani Berlandaskan Iman

Home / Berita / Daerah / Tebo

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:56 WIB

Suku Anak Dalam Resmi Laporkan PT SKU ke Polres Tebo, ORIK : Seharusnya PT SKU Bisa Memanusiakan Manusia

Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK), Ahmad Firdaus

Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK), Ahmad Firdaus

INFONEGERIJAMBI.com, Tebo – Istri Deraw, korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum security dan mandor PT Sawit Setya Karya Usaha (SKU), mendatangi Mako Polres Tebo, Kamis, 18 Juli 2024.

 

Datang ke Polres Tebo, istri Deraw yang diketahui bernama Siti ini didampingi langsung oleh Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK), Ahmad Firdaus bersama Pengarang yang merupakan anak dari Tumenggung Apung.

 

Kedatangan Siti ke Polres Tebo untuk melaporkan tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum security dan mandor PT SKU terhadap suaminya itu.

 

Deraw (suami Siti) diketahui adalah warga Suku Anak Dalam Kelompok Temenggung Apung yang berdomisili di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi.

 

Saat ini Deraw tengah menjalani perawatan di RSUD Tebo Tebo, diduga akibat penganiayaan yang menimpa dirinya.

 

“Iya, ini saya lagi mendampingi istri Deraw di Polres Tebo untuk membuat laporan dugaan penganiayaan,” kata Ketua Yayasan ORIK, Ahmad Firdaus, di Mako Polres Tebo.

BACA JUGA :  Satgas TMMD Kodim 0416/Bute Pacu Peningkatan Jalan di Desa Malako Intan

 

Firdaus mengaku sangat menyayangi tindakan yang diduga telah dilakukan oknum security dan mandor PT SKU terhadap Suku Anak Dalam dampingannya tersebut.

 

Menurut Firdaus, Suku Anak Dalam merupakan warga Masyarakat Hukum Adat yang dikategorikan masih tertinggal dalam hal pendidikan, pengetahuan maupun wawasan. Kehidupannya pun sangat miris dan jauh dari kesejahteraan.

 

“Seharusnya, keberadaan PT SKU di areal Suku Anak Dalam bisa memanusiakan manusia, bukan sebaliknya,” tegasnya.

 

Diapun meminta agar pihak kepolisian segera menangani persolan ini sesuai hukum yang berlaku. “Kita sangat percaya kalau permasalahan ini bisa ditangani aparat penegak hukum (APH) secara profesional,” kata Firdaus.

 

Sebelumnya, seorang Suku Anak Dalam Kelompok Temenggung Apung di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum scurity dan mandor PT SKU. Insiden ini terjadi pada Rabu, 17 Juli 2024.

BACA JUGA :  Heboh, Tinggali Istri, Oknum Guru di Merangin Selingkuhi Istri Orang

 

Korbannya ada dua orang yakni Deraw dan Purba. Akibat penganiayaan tersebut, Deraw terpaksa dirawat di RSUD Tebo. Sementara, Purba dirawat di rumah keluarga.

 

Terkait dugaan penganiayaan ini dibantah oleh Humas PT SKU, Aulia. Dia menegaskan bahwa penganiayaan terhadap suku pedalaman tersebut adalah tidak benar.

 

Namun dia mengaku memang ada menegur sekelompok Suku Anak Dalam yang tengah memutik berondol sawit di areal lokasi PT SKU, dan itu sudah terjadi berulang kali.

 

Dikatakan Aulia bahwa berondolan yang diambil Suku Anak Dalam itu adalah berondolan yang telah dikumpulkan karyawan pembrondol.

 

Akibatnya, karyawan pembrondol tidak mendapatkan upah karena brondol yang telah mereka kumpulkan habis diambil Suku Anak Dalam.***

Share :

Baca Juga

Berita

H Mukti Apresiasi Pembukaan STQH XXVII Sekda Fajarman: STQH Menggemakan Kesucian Al Quran

Berita

Aliansi pemuda asal tebo memberikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di kabupaten tebo

Daerah

Ketua DPRD Kota Jambi Tekankan Pemerintahan Maulana-Diza Fokus Persoalan di Depan Mata

Tanjab Timur

Pengamat : Dilla – Muslimin Lebih Lebih Menguasai Debat

Berita

Lagi, Andre Cahya Putra Kembali Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Di VII Koto

Merangin

Pegawai Capai 736 Orang, Pendapatan RSD Habis Buat Bayar Gaji

Pendidikan

Skandal Pendidikan di Tebo: Kepsek SMPN 13 Diduga Pungli dan Suap Awak Media

Daerah

AWASI Muarojambi Minta Bupati Evaluasi Kinerja Kadis PUPR Yultasmi