Ringankan Beban Emak- Emak, Dilla Hich akan Gratiskan Seragam Siswa/i Baru HUT Bhayangkara Ke -78,Polda Jambi Adakan Even Balap Sepeda Kapolda Cup Polsek Tengah Ilir Bekuk Dua Tersangka Pencuri Sawit Kecelakaan Maut di Tebo, Pemotor Tabrak Fuso, Satu Orang Meninggal Angkutan CPO PT SMS Diduga Penyebab Jalan Rusak, Ketua DPD Pekat IB Tebo Minta Pemerintah dan Kepolisian Tegas

Home / OPINI

Jumat, 5 Juli 2024 - 12:11 WIB

Presiden HIMSAK Tantang Cakada Kedepankan Politik Gagasan di Kerinci dan Sungai Penuh

Infonegerijambi.com, OPINI – Pada 27 November mendatang, Kerinci dan Sungai Penuh akan ikut serta dalam pesta demokrasi besar Indonesia melalui Pilkada serentak 2024. Pemilihan ini akan menentukan pemimpin baru di tingkat daerah gubernur, walikota, dan bupati beserta wakilnya yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat.

 

Salah satu tantangan utama dalam Pilkada adalah memastikan masyarakat memiliki akses yang memadai dan objektif mengenai para calon. Informasi yang jelas dan terbuka sangat penting agar warga Kerinci dan Sungai Penuh dapat mengenal calon pemimpin mereka dengan baik. Pihak terkait harus memastikan bahwa informasi mengenai calon, program kerja, serta proses penyelenggaraan pemilihan dapat diakses dengan mudah.

 

Pelibatan masyarakat dalam forum diskusi dan debat publik sangat penting untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang calon-calon yang bersaing. Dengan demikian, warga Kerinci dan Sungai Penuh dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dan berbasis informasi. Ini adalah kesempatan untuk mendengar langsung visi dan misi para calon, serta bagaimana mereka berencana untuk memajukan daerah.

BACA JUGA :  Sungai Batanghari Mulai Mengancam wisata Tanggo Rajo

 

Sayangnya, kampanye di Kerinci dan Sungai Penuh sering kali diwarnai dengan serangan personal antar calon atau tim sukses daripada penyampaian program kerja yang substansial.

 

Bakal calon pemimpin baik di Kerinci maupun Sungai Penuh agaknya lebih fokus melakukan kampanye hitam bahkan sampai memainkan serangan personal dan konflik antar tim sukses tanpa adanya ide dan gagasan konkret yang disosialisasikan kepada masyarakat untuk membangun atau memperbaiki setiap problematika yang ada.

 

Fenomena ini dapat mengalihkan perhatian masyarakat dari isu-isu penting yang seharusnya dibahas. Oleh karena itu, kampanye harus diarahkan pada solusi konkret atas semua permasalahan dan program kerja yang dapat diimplementasikan untuk kemajuan daerah.

 

Seharusnya setiap calon kepala daerah dapat menebar energi positif, agar masyarakat dapat menilai secara objektif tentang siapapun itu yang memang layak dipilih menjadi kepala daerah.

BACA JUGA :  Benarkah Kurma Harus Dicuci Dahulu Sebelum Dimakan? Ternyata Ini Faktanya

 

Namun sampai saat ini setiap bakal calon kepala daerah masih terbilang “pengecut” dalam memaparkan ide dan gagasan nya.

 

Untuk itu, penting bagi pemilih di Kerinci dan Sungai Penuh untuk diedukasi tentang prinsip-prinsip politik gagasan dan pembangunan. Memilih calon yang tepat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

 

Dalam mengedukasi pemilih, diperlukan kolaborasi antar stakeholder, termasuk pemerintah, lembaga penyelenggara Pilkada, media massa, serta dari sesama masyarakat itu sendiri.

 

Dengan ini, diharapkan Pilkada di Kerinci dan Sungai Penuh dapat memperkuat fondasi demokrasi, menghasilkan pemimpin yang berkualitas, dan membawa dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Mari kita bersama-sama menyongsong Pilkada 2024 dengan semangat demokrasi yang tinggi, berpolitik riang gembira, demi masa depan Kerinci dan Sungai Penuh yang lebih baik.***

Share :

Baca Juga

OPINI

Hak Sosial-Politik dalam Demokrasi Indonesia: Kebebasan dan Pembatasan

OPINI

Aspan Hattrick, balas pukulan ARB tapi Yopi Muthalib yang “Tekangkang”