Ringankan Beban Emak- Emak, Dilla Hich akan Gratiskan Seragam Siswa/i Baru HUT Bhayangkara Ke -78,Polda Jambi Adakan Even Balap Sepeda Kapolda Cup Polsek Tengah Ilir Bekuk Dua Tersangka Pencuri Sawit Kecelakaan Maut di Tebo, Pemotor Tabrak Fuso, Satu Orang Meninggal Angkutan CPO PT SMS Diduga Penyebab Jalan Rusak, Ketua DPD Pekat IB Tebo Minta Pemerintah dan Kepolisian Tegas

Home / Berita / Daerah / Industri / Tebo

Sabtu, 6 Juli 2024 - 23:03 WIB

Berdiri di Rimbo Ilir, PKS PT SMS Tolak Buah Sawit Milik Masyarakat Setempat

INFONEGERIJAMBI.com, Tebo – Keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Selaras Sitra Sarimba atau PT SMS di Desa Giri Purno atau Blok D Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, harapannya secara umum adalah memberikan banyak manfaat dan keuntungan kepada warga sekitar sehingga dapat menunjang perekonomian.

 

Namun, pada kenyataannya tidak seperti yang diharapkan oleh warga sekitar dimana warga sekitar ini adalah warga Kecamatan Rimbo Ilir. Sejak berdirinya PKS PT SMS di Kecamatan Rimbo Ilir ini, telah menimbulkan polemik terhadap masyarakat dan polemik tersebut terus terjadi dan berkepanjangan sampai saat ini.

 

Polemik tersebut salah satunya adalah PKS PT SMS tidak mau menerima Buah Sawit milik warga lokal Kecamatan Rimbo Ilir, dimana wilayah Kecamatan Rimbo Ilir ini merupakan kawasan yang paling terdampak dengan keberadaan PKS PT SMS.

BACA JUGA :  H. Aspan Dampingi Wagub Abdullah Sani Kunjungan ke Teluk Rendah Ilir

 

Hal itu seperti yang diakui oleh salah satu warga Kecamatan Rimbo Ilir, Sukardi. Warga Rimbo Ilir ini berdomisili di desa Giri Purno dimana PKS PT SMS ini berdiri. Jarak rumahnya dengan Pabrik milik PT SMS ini jika ditempuh dengan Sepeda motor roda dua, perjalanannya tak kurang dari 5 menit.

 

Meskipun jarak rumahnya begitu dekat dengan Pabrik Kelapa Sawit PT SMS, Sukardi tidak pernah menjual Tandan Buah Sawit (TBS) ke PKS PT SMS dikarenakan apabila dijual kesana, TBSnya sudah pasti ditolak. Alasan pihak PKS PT SMS menolak, TBS milik warga Rimbo Ilir buahnya tidak bagus sehingga warga Rimbo Ilir menjual buahnya ke Pabrik lain yang jauh dari Rimbo Ilir.

 

“PT SMS tidak mau terima buah lokal warga Rimbo Ilir, alasannya karena buahnya tidak bagus. Mestinya PT SMS ini tetap menerima buah warga lokal Rimbo Ilir karena warga Rimbo Ilir ini paling terdampak adanya PKS PT SMS ini dan misalkan diterima, sortirannya diminimalisir dan PT SMS ini Pabrik Kelapa Sawit yang tidak punya kebun inti, seharusnya prioritas Buah warga lokal Rimbo Ilir untuk diterima karena kebunnya berada disekitar PKS PTS SMS,” urai Sukardi, Jumat (05/07/2024).

BACA JUGA :  Apel Gelar Pasukan OPS Kepolisian Terpusat dalam rangka Pangamana Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

 

Pihak Manajemen PT SMS ini pun lanjut Sukardi, cukup sulit untuk diajak komunikasi oleh warga terkait beberapa dampak yang ditimbulkan oleh PKS PT SMS. Bagian Humas PT SMS yang biasanya menjadi ujung tombak untuk komunikasi dengan warga, selalu sembunyi dan Ketika didatangi oleh warga di PKS PT SMS, juga tidak pernah mau untuk bertemu.***

Share :

Baca Juga

Berita

Riza Patria Sebut Pertemuan Prabowo-Gibran Bahas Program Makan Siang Gratis

Berita

Razia Gabungan, Puluhan Rakit PETI Di Dekat Bandara Muaro Bungo Dimusnahkan

Tebo

Ini lho Sejarah Kabupaten Tebo..!!!

Berita

Pemkab. Tebo Lakukan Rapat Mediasi Terkait Aksi Unjuk Rasa Asosiasi Masyarakat dan Sopir

Berita

PUISI 1 Aku Terima Akad-Nya Oleh Alhendra Dy

Berita

Pj Bupati Apresiasi HUT ke-1 DPC PBB Merangin

Berita

Tanda WhatsApp Dibajak dan Disadap Mudah Dikenali, Ini Caranya

Berita

Bupati Audiensi ke Bappenas : Penguatan Ketahanan Pangan Tanjab Barat