Pj Bupati Apresiasi HUT ke-1 DPC PBB Merangin Yayasan ORIK Adakan Pameran e-craf Dalam Wujud Pameran Seni Rupa Presisi Tahun 2023 ” Dengan Tema “Adat, Budaya dan Lingkungan” Polres Sarolangun Gelar Konferensi Pers Terkait Penangkapan Kurir Narkoba 1 Kg, Kapolres: Ancaman Maksimal Hukuman Mati Dinihari RAPBD 2024 Disepakati, Pj Bupati Merangin H Mukti Sampaikan Apresiasi ke Dewan Kapolres Pimpin Apel Serah Terima Jabatan

Home / Islami / Tebo

Rabu, 8 Maret 2023 - 14:25 WIB

Menyantuni anak Yatim,Begini cara memuliakan nya..!!!

Ilustrasi anak yatim-piatu

Ilustrasi anak yatim-piatu

TEBO – Menyantuni anak yatim termasuk akhlak yang mulia. Islam telah mengajarkan kepada umatnya agar dapat menghormati dan menyantuni anak yatim. Anak yatim merupakan seorang anak yang tidak lagi memiliki ayah sebab telah meninggal dunia.

Dalam agama Islam, anak yatim menjadi satu golongan pertama di antara orang-orang lemah yang paling berhak mendapat pertolongan. Anak yatim juga menjadi golongan yang dimuliakan oleh Allah SWT dan sangat dicintai oleh Rasulullah SAW.

Kemuliaan Anak Yatim

Anak yatim memiliki kemuliaan yang terlihat pada besarnya perhatian Allah SWT dan Rasul-Nya terhadap mereka. Oleh sebab itu, Allah SWT memerintahkan kepada umat Islam agar berbuat kebaikan kepada mereka.

Kemuliaan anak yatim disebutkan oleh Drs. Muhsin dalam bukunya Mari Mencintai Anak Yatim, bahwasannya dalam hadits Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah SWT akan menuliskan kebaikan pada setiap helai rambut yang disentuh tangannya.” (HR Ahmad, ath Thabrani, Ibnu Hibban).

Pada hadits tersebut, tampak begitu besar kemuliaan anak yatim hingga orang yang meletakkan tangan dan mengusap kepalanya saja memperoleh kebaikan yang tak terkira besarnya.

Rasulullah SAW telah menunjukkan kepada umat manusia bahwa kepala anak yatim mengandung begitu banyak kebaikan dan keberkahan. Terlebih, jika umat Islam memelihara dan merawat mereka di rumah sendiri dengan sebaik-baiknya, tentu keberkahan yang didapat akan jauh lebih besar. Hal ini juga sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baiknya rumah kaum muslimin, jika di dalamnya anak yatim diperlakukan secara baik. Dan seburuk-buruknya rumah umat Islam bila anak yatim diperlakukan secara buruk.” (HR Ibnu Mubarak).

Cara Memuliakan Anak Yatim

Masih dalam sumber yang sama, beberapa bentuk tindakan yang dapat dilakukan untuk memuliakan anak yatim, di antaranya sebagai berikut:

1. Memberikan Perhatian dan Kasih Sayang

Umat Islam hendaknya perlu memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak yatim selayaknya orang tua ketika memberi perhatian dan kasih sayang kepada anak kandungnya.

BACA JUGA :  Peringati Hari Sumpah Pemuda ke 95 Wakapolres Tebo Pimpin Upacara di Lapangan Hitam Polres Tebo

Mereka yang sudah tidak memiliki orang tua serta telah kehilangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua tentu sangat memerlukan perhatian dari orang lain, meskipun tidak sama nilainya. Karena itulah, mereka perlu diperlakukan dengan baik dan lemah lembut tanpa menghardiknya.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 8:

وَاِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ اُولُوا الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنُ فَارْزُقُوْهُمْ مِّنْهُ وَقُوْلُوْا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا

Artinya: “Apabila (saat) pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, berilah mereka sebagian dari harta itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (QS An-Nisa: 8)

2. Mengurus dan Memelihara Mereka

Salah satu upaya untuk memuliakan anak yatim yaitu dengan cara mengurus dan memelihara mereka. Dalam hal ini berarti hidup mereka tidak boleh dibiarkan terlantar dan menderita sebab kelaparan, miskin, sengsara, dan tanpa ada seorang pun yang peduli.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 220 dalam hal mengurus anak yatim:

فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Artinya: “Tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Baqarah: 220).

3. Menyantuni dan Memberi Nafkah

Memuliakan anak-anak yatim berarti menyantuni dan memberi nafkah untuk kebutuhan hidup mereka, baik berbentuk harta maupun makanan yang mereka butuhkan. Sebagaimana Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Balad ayat 14-15:

BACA JUGA :  H Mukti Apresiasi Pembukaan STQH XXVII Sekda Fajarman: STQH Menggemakan Kesucian Al Quran

اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ

Artinya: “(kepada) anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan, atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan” (Al-Balad: 14-15).

4. Memberikan Perlindungan dan Pembelaan

Islam juga telah memerintahkan umatnya untuk memberikan perlindungan dan pembelaan kepada anak yatim dari orang yang telah merampas hak-haknya.

Sebagaimana dalam hadits, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

اللَّهمَّ إنِّي أحرِّجُ حقَّ الضَّعيفينِ : اليتيمِ ، والمرأَةِ

Artinya: “Ya Allah. Sungguh aku timpakan dosa kepada orang-orang yang menyia-nyiakan hak dua golongan yang lemah, yaitu yatim dan wanita.” (HR Ibnu Majah)

Dalam hadits ini, Nabi Muhammad SAW sangat serius dalam memperhatikan hak anak yatim dan wanita, karena keduanya tidak mempunya kedudukan dan kemampuan yang bisa memberikan perlindungan bagi dirinya. Maka dari itu, Rasulullah SAW menampakkan dosa, penderitaan, dan kesengsaraan bagi orang yang telah merampas hak anak yatim.

Pahala dan Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Orang-orang yang mampu menyantuni anak yatim akan diberikan pahala yang luar biasa besar oleh Allah SWT. Mengutip dari buku Road to Jannah karya Robi Afrizan Saputra, Allah SWT telah menjanjikan pahala surga bagi mereka yang menyantuni anak yatim dengan tulus dan ikhlas.

Sahl bin Sa’ad berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.” Kemudian Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau serta agak merenggangkan keduanya. (HR Bukhari).

Hadits tersebut telah menegaskan bahwa orang-orang yang menyantuni anak yatim akan mendapat kedudukan yang tinggi di surga dan dekat dengan Rasulullah SAW.

Itulah wujud dari menyantuni anak yatim sebagai salah satu akhlak yang mulia. Semoga umat muslim dapat mencontoh dan meneladani sikap Rasulullah dalam menyantuni dan memuliakan anak yatim. (Red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Polres Tebo Terima Laporan Warga Temukan Mayat di Kebun, Tim Inafis Lakukan Olah TKP

Berita

Kapolres Tebo Pimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Persiapan Penanggulangan Bencana Alam

Berita

Satlantas Polres Tebo Sabet Penghargaan Dari Kakorlantas Polri

Berita

Gelapkan Sepeda Motor, Penjual Es Dawet di Tangkap Polisi

Berita

Gelar Muscab Ke VI, MPC Tebo Buka Pendaftaran Calon Ketua

Berita

Polsek Rimbo Bujang Backup Polsek Sitiung 1 Koto Agung Tangkap Pelaku Pencurian Sapi

Berita

Antisipasi Kecelakaan, Satlantas Polres Tebo dan instansi terkait Razia Truk yang Parkir di bahu Jalan Lintas Bungo Tebo

Daerah

Diduga Oknum Anggota DPRD Tebo Lakukan Mesum Dengan Seorang Wanita Yang Masih Memiliki Suami Sah